Teknologi ini diklaim mampu Cegah Kecelakaan Pesawat Terbang. Pesawat Terbang, sebuah mode transportasi udara yang sangat digemari. Selain cepatnya perjalanan yang ditawarkan, mode transportasi ini juga dapat menjangkau tempat yang jauh sekalipun. Namun yang namanya mode transportasi pasti mempunyai sebuah kemungkinan untuk terjadi suatu kecelakaan. Ya, Pesawat Terbang bukanlah mode transportasi sempurna yang tidak dapat mengalami kecelakaan, berbagai catatan kecelakaan pesawat pun muncul.
Berbicara mengenai kecelakaan pesawat terbang, sebuah Maskapai Penerbangan di Inggris kini sedang menggarap sebuah teknologi pendeteksi debu yang diklaim dapat menghindari adanya kerusakan yang melumpuhkan lalu lintas udara ketika terjadi peristiwa gunung meletus. Terbaru, Maskapai tersebut membuat awan debu vulkanik buatan untuk menguji teknologi deteksi debu
Menurut situs berita 3news, teknologi ini dikembangkan untuk menghindari terulangnya kembali peristiwa kekacauan lalu lintas udara pada letusan gunung api pada tiga tahun lalu. Pengumuman ini dibuat oleh easyJet, yang memperoleh satu ton abu di Islandia oleh para ilmuwan.
Seperti yang diketahui, pada erupsi sebuah gunung berapi yang terjadi di 2010, perjalanan udara di Eropa hampir ditangguhkan selama beberapa hari. Peristiwa bencana alam ini juga mengakibatkan jutaan penumpang menumpuk karena kekhawatiran awan abu bisa mengganggu mesin pesawat dan terlalu berbahaya apabila pesawat tetap diterbangkan. Oleh karena itu, kini teknologi pendeteksi debu coba dikembangkan.
EasyJet PLC selaku Maskapai Penerbangan yang mengembang teknologi ini mengatakan bahwa pihaknya kini bekerja dengan Airbus dan Nicarnica Aviation pada pengembangan teknologi inframerah yang dipasangkan pada pesawat terbang. Inframerah ini akan memberi gambar awan debu ke pilot dan operator kontrol di lapangan. Perusahaan yang berbasis di Inggris ini juga mengatakan bahwa sistem bisa bekerja seperti radar cuaca, yang memungkinkan pilot untuk dapat mengetahui keberadaan awan debu hingga jarak sejauh 100 kilometer. Pilot kemudian dapat mengantisipasi untuk menghindari awan debu tersebut.
Nah, itulah tadi informasi mengenai Teknologi ini diklaim mampu Cegah Kecelakaan Pesawat Terbang. Semoga bermanfaat
Berbicara mengenai kecelakaan pesawat terbang, sebuah Maskapai Penerbangan di Inggris kini sedang menggarap sebuah teknologi pendeteksi debu yang diklaim dapat menghindari adanya kerusakan yang melumpuhkan lalu lintas udara ketika terjadi peristiwa gunung meletus. Terbaru, Maskapai tersebut membuat awan debu vulkanik buatan untuk menguji teknologi deteksi debu
Menurut situs berita 3news, teknologi ini dikembangkan untuk menghindari terulangnya kembali peristiwa kekacauan lalu lintas udara pada letusan gunung api pada tiga tahun lalu. Pengumuman ini dibuat oleh easyJet, yang memperoleh satu ton abu di Islandia oleh para ilmuwan.
Seperti yang diketahui, pada erupsi sebuah gunung berapi yang terjadi di 2010, perjalanan udara di Eropa hampir ditangguhkan selama beberapa hari. Peristiwa bencana alam ini juga mengakibatkan jutaan penumpang menumpuk karena kekhawatiran awan abu bisa mengganggu mesin pesawat dan terlalu berbahaya apabila pesawat tetap diterbangkan. Oleh karena itu, kini teknologi pendeteksi debu coba dikembangkan.
EasyJet PLC selaku Maskapai Penerbangan yang mengembang teknologi ini mengatakan bahwa pihaknya kini bekerja dengan Airbus dan Nicarnica Aviation pada pengembangan teknologi inframerah yang dipasangkan pada pesawat terbang. Inframerah ini akan memberi gambar awan debu ke pilot dan operator kontrol di lapangan. Perusahaan yang berbasis di Inggris ini juga mengatakan bahwa sistem bisa bekerja seperti radar cuaca, yang memungkinkan pilot untuk dapat mengetahui keberadaan awan debu hingga jarak sejauh 100 kilometer. Pilot kemudian dapat mengantisipasi untuk menghindari awan debu tersebut.
Nah, itulah tadi informasi mengenai Teknologi ini diklaim mampu Cegah Kecelakaan Pesawat Terbang. Semoga bermanfaat
