Media Online Tentang Berita Terkini, Entertainment, Gaya Hidup dan Teknologi 2016

Cerita Makam Uje, Dari keluarkan wangi semerbak hingga dijadikan lahan "pesugihan"

Cerita Makam Uje, Dari keluarkan wangi semerbak hingga dijadikan lahan "pesugihan". Ustadz Jefry Al Buchori memang telah meninggalkan kita semua. Namun makamnya masih terus saja didatangi oleh para peziarah dari berbagai kota untuk mendoakan sang Ustad 'Gaul' nan santun tersebut. Berbagai cerita pun dilontarkan oleh penjaga makam Uje yang setiap hari 'mengawasi' para peziarah yang datang. Berikut ini adalah beberapa cerita dari makam uje yang dihimpun kesah.com dari beberapa media online

Makam Uje, Dari keluarkan wangi semerbak dijadikan lahan pesugihan

Tulisan Uje di Papan Nisan Hilang

Cerita pertama datang dari Papan Nisan di Makam Uje. Entah saking banyaknya peziarah yang menyiramkan air mawar atau bagaimana, tiba-tiba Senin (29/4/2013) pagi tulisan nama Uje, tanggal lahir dan wafat hilang dari Papan Nisan tersebut. Mengetahui hal ini, penjaga makam Uje, Rochan segera mencabut papan tersebut kemudian menuliskan kembali nama Uje, tanggal lahir dan tanggal wafat sang ustad menggunakan spidol.

Keluarkan harum semerbak mewangi di malam hari

Cerita selanjutnya juga dituturkan oleh sang penjaga Makam Uje. Menurutnya di malam kedua, makam uje yang berada di aman Pemakaman Umum (TPU) Karet Tengsin, Jakarta Pusat, tiba tiba mengelukan wangi semerbak.Rochan memastikan, aroma wangi tersebut bukan berasal dari kembang yang ditabur para peziarah. Kemudian pada malam itu dan malam-malam setelahnya, menurut Rochan, banyak peziarah yang tidur di makam Uje. Bahkan peziarah yang berasal dari luar kota.

Dijadikan tempat 'pesugihan'

Dan cerita terakhir yang sangat disesalkan adalah dijadikannya Makam Uje sebagai lahan 'pesugihan'. Memang kebanyakan para peziarah yang datang benar-benar berniat tulus untuk mendoakan sang Ustad namun ada sebagian peziarah yang datang secara khusus untuk “meminta” keberhasilan. Penjaga Makam Uje pun sempat beberapa kali menegur orang yang sengaja “meminta” di makam Uje. Mereka, kata dia, umumnya datang pada malam hari.
"Kalau minta sama Eyang Subur, jangan di sini. Ini makam ulama besar," ucapnya kesal.
Rochan pun berharap tidak ada lagi penziarah yang “meminta-minta” keberhasilan atau karier yang tinggi di makam ustadz gaul yang wafat dalam kecelakaan di bilangan Pondok Indah, Jumat pekan lalu, itu.

Nah, itulah tadi informasi mengenai Cerita Makam Uje, Dari keluarkan wangi semerbak hingga dijadikan lahan "pesugihan". Semoga bermanfaat


Berkaitan dengan Cerita Makam Uje, Dari keluarkan wangi semerbak hingga dijadikan lahan "pesugihan":

Artikel http://kesaah.blogspot.com/ terbaru. Teman-teman bisa membaca Artikel ini dengan mengunjungi URL http://kesaah.blogspot.com/, Apabila artikel ini bermanfaat, teman-teman sangat bisa untuk menyebarluaskan artikel ini, dengan syarat harus menyertakan Link menuju halaman ini sebagai Sumbernya, terima kasih dan salam kenal.

Cerita Makam Uje, Dari keluarkan wangi semerbak hingga dijadikan lahan "pesugihan"

510Cerita Makam Uje, Dari keluarkan wangi semerbak hingga dijadikan lahan "pesugihan" 510
Comments
0 Comments

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.